Modus Baru : Shabu Dimasukkan ke Bumbu Mi Instan

3:13 AM
Modus Baru : Shabu Dimasukkan ke Bumbu Mi Instan - D‎ua penghuni Lapas Pemuda Tangerang mengendalikan sindikat narkotika asal Taiwan. Keduanya ‎terbukti berada dibalik penyelundupan 71 kilogram shabu dari Tiongkok yang digagalkan Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.


Terbongkarnya jaringan narkotika internasional di dalam Lapas bermula dari kecurigaan petugas Bea dan Cukai Soetta saat mengawasi dua paket pengiriman barang via udara. Petugas kemudian membongkar kiriman impor yang ditujukan ke seseorang berinisial R. Dalam pemeriksaan fisik tersebut, petugas menemukan kristal bening shabu yang disembunyikan di dalam alat tulis dan tabung silinder.

“Berkat analisis petugas diputuskan untuk membongkar dua paket mencurigakan tersebut. Setelah diperiksa, kami temukan shabu seberat 0,8 Kg di dalam spidol dan 1,06 Kg shabu dalam silinder,” kata Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta, Erwin Situmorang, Kamis (30/6/2016).

Dari temuan tersebut, lanjut Erwin, pihaknya kemudian berkordinasi dengan Polresta Bandara Soetta. Dalam pengembangan itu, petugas gabungan berhasil menangkap dua pelaku berinisia A dan S. Keduanya diamankan saat mengambil paket berisi narkotika di Kantor Pos Bandara Soetta

Kepada petugas, keduanya mengaku diperintahkan mengambil paket kiriman dari Tiongkok oleh dua napi di Lapas Pemuda Tangerang. Tak puas dengan hasil tangkapannya, polisi kembali melakukan penyelidikan. Alhasil, petugas berhasil mengamankan paket kiriman berisi shabu seberat 0,4 Kg di Kantor Pos Pasar Baru, Jakarta Pusat.

“Barang haram itu dikemas di dalam bumbu mi instan. Ada 5 kemasan yang terbukti berisi shabu,” sambung Kapolresta Bandara Soeta Kombes Roycke H. Langie di dampingi Kasatnarkoba, AKBP Martua Raja Taripar Laut.

Puncaknya, petugas berhasil mengungkap penyelundupan shabu seberat 71 kilogram yang disembunyikan di dalam blower yang disimpan di sebuah ruko Arcadia, di daerah Batuceper, Kota Tangerang. Barang haram itu rencananya akan diedarkan oleh dua napi namun digagalkan terlebih dahulu oleh petugas.

“Dua pengendali utama asal Taiwan kita amankan di Bandara Ngurah Rai, Bali. Kita tangkap sebelum naik pesawat meninggalkan tanah air,” kata Kapolres

Kombes Roycke menegaskan, pihaknya bersama Bea Cukai Bandara Soetta menabuh genderang perang terhadap narkotika sesuai intruksi Presiden Jokowi. Kapolres juga mengajak peran serta masyarakat dalam memerangi narkoba di Indonesia. “Laporkan ke kami jika menemukan informasi tentang adanya narkoba di tengah lingkungan masyarakat,” ungkapnya. (Berita Kriminal)

Share this

Related Posts

First